Perang Dagang Energi Hijau Membayangi Hubungan UE dan AS di Tengah Perang Rusia Ukraina

Kamis, 26 Januari 2023 - 09:07 WIB
loading...
Perang Dagang Energi Hijau Membayangi Hubungan UE dan AS di Tengah Perang Rusia Ukraina
Menkeu Jerman, Christian Lindner mengungkapkan, potensi perang dagang yang bisa merusak hubungan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) terkait subsidi hijau tetap ada. Foto/Dok
A A A
DAVOS - Menteri Keuangan Jerman, Christian Lindner mengungkapkan, potensi perang dagang yang bisa merusak hubungan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) terkait subsidi hijau tetap ada. AS tahun lalu menyetujui investasi besar-besaran senilai USD 370 miliar untuk teknologi ramah iklim, termasuk insentif pajak untuk mobil listrik yang dibuat di Amerika.

Baca Juga: Awas Ancaman Perang Dagang Uni Eropa dan AS Dipicu Subsidi Hijau Jumbo Rp5.781 Triliun

Namun undang-undang energi hijau yang mencakup beberapa aturan yang condong kepada produk "buatan Amerika", telah menimbulkan kekhawatiran di Eropa bahwa bisnis di luar AS akan dirugikan. Dalam kunjungan ke Washington bulan lalu, presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik aturan AS dan menyebutnya "super agresif".

Sedangkan Lindner mengatakan, dia tidak ingin melihat Uni Eropa memulai perang dagang dengan AS atas aturan tersebut. "Kita harus menghindari segala jenis persaingan, terkait siapa yang mampu membayar lebih banyak subsidi," katanya.

"Itu tidak boleh terjadi," tegas Lindner.

Komentar Lindner menandakan, terbentangnya tantangan yang ada di depan ketika Eropa mencoba merespons terhadap undang-undang iklim AS, yang secara resmi disebut Undang-Undang Pengurangan Inflasi.

Prancis telah mengusulkan untuk menanggapinya dengan insentif "beli Eropa" sebagai pesaingnya, dan pejabat Uni Eropa minggu ini juga menjanjikan langkah-langkah tegas.

Baca Juga: Ketakutan Pecahnya Perang Dagang Inggris dan Uni Eropa Mencuat

Lindner mengungkapkan, menjaga level playing field menjadi penting, tetapi dia ingin melihat kedua belah pihak menegosiasikan pengecualian untuk perusahaan atau mengembangkan kesepakatan perdagangan baru, daripada mencoba untuk saling perang memberikan subsidi.

"Ada ancaman untuk level playing field dan saya menganggap ini serius tapi ... kami menghabiskan dan berinvestasi lebih banyak daripada pihak AS sehingga kami tidak perlu takut," katanya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2106 seconds (10.55#12.26)