Dibayangi Resesi Ekonomi RI Tetap Kondusif, Kinerja APBN Tuai Hasil Positif
Selasa, 28 Februari 2023 - 09:25 WIB
loading...
Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai masih berjalan sesuai jalurnya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ancaman resesi global yang menghantui di tahun 2023 tak lantas membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Kinerja ekonomi RI hingga akhir Januari lalu menjadi salah satu yang paling resilient di dunia.
Tren pertumbuhan ekonomi nasional pun menunjukan hasil positif di seluruh wilayah dan sektor industri, yang diikuti melandainya inflasi dan surplus pada neraca perdagangan.
Kinerja APBN awal tahun 2023 menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan anggaran pendapatan dan anggaran belanja negara masing-masing mencapai nilai Rp232,2 triliun dan Rp141,4 triliun atau tumbuh 48,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 11,2 (yoy).
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Kementerian Keuangan, Hatta Wardhana mengatakan, hasil positif tersebut terjadi salah satunya disumbang oleh penerimaan dari sektor bea masuk, bea keluar, dan cukai.
“Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai masih berjalan sesuai jalurnya. Tercatat penerimaan bea masuk saat ini telah mencapai angka Rp4,09 triliun atau naik 22,56% (yoy),” ungkapnya, Selasa (28/2/2023).
Tren pertumbuhan ekonomi nasional pun menunjukan hasil positif di seluruh wilayah dan sektor industri, yang diikuti melandainya inflasi dan surplus pada neraca perdagangan.
Kinerja APBN awal tahun 2023 menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan anggaran pendapatan dan anggaran belanja negara masing-masing mencapai nilai Rp232,2 triliun dan Rp141,4 triliun atau tumbuh 48,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 11,2 (yoy).
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Kementerian Keuangan, Hatta Wardhana mengatakan, hasil positif tersebut terjadi salah satunya disumbang oleh penerimaan dari sektor bea masuk, bea keluar, dan cukai.
“Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai masih berjalan sesuai jalurnya. Tercatat penerimaan bea masuk saat ini telah mencapai angka Rp4,09 triliun atau naik 22,56% (yoy),” ungkapnya, Selasa (28/2/2023).
Lihat Juga :