Kunci Sukses Scoot: SDM Berkualitas, Adaptasi Teknologi, dan Terus Berinovasi
Kamis, 04 Mei 2023 - 14:03 WIB
loading...
CEO Scoot Leslie Thng. Foto/KoranSindo
A
A
A
JAKARTA - Scoot, maskapai bertarif rendah (low-cost carrier), mampu bertahan melalui gerusan pandemi Covid-19. Eksistensi airlines yang berbasis di Singapura ini justru semakin nyata dengan diperkenalkannya rute baru dan penambahan armada. Bagaimana strategi Scoot melalui pandemi? Serta terobosan-terobosan dan strategi Scoot untuk tetap menjadi pilihan nomor satu di kelasnya? Berikut petikan wawancara dengan CEO Scoot Leslie Thng.
Baca juga: Mengapa Harga Tiket Pesawat ke Luar Negeri Lebih Murah Dibandingkan Domestik?
Apa strategi Scoot bertahan sebagai low-cost carrier selama pandemi?
Terlepas dari ketidakpastian ekonomi, permintaan perjalanan diperkirakan akan tetap tinggi di masa mendatang. Pada akhirnya, konsumen perlu terhubung dengan orang-orang terkasih, menjelajahi budaya baru, dan mendapatkan pengalaman baru.
Pandemi telah mengajarkan kita beberapa pelajaran penting, salah satunya adalah perlunya kelincahan bisnis, dan mampu bereaksi dengan cepat terhadap perubahan tren industri dan preferensi konsumen.
Sejak pandemi, kami harus membangun kembali jaringan penerbangan, permintaan perjalanan, kepercayaan pelanggan, dan ekosistem penerbangan secara umum. Dengan tetap dinamis, kami menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama yang memulihkan kapasitas dan memanfaatkan permintaan yang tinggi dari konsumen dengan segera setelah pembatasan perjalanan dilonggarkan. Pada akhir tahun 2022, Scoot telah mengoperasikan kembali lebih dari 80% kapasitas sebelum pandemi. Ke depannya, kami akan terus mencari peluang-peluang bisnis mengikuti perkembangan pasar dan mengkaji jaringan penerbangan, frekuensi penerbangan, dan sumber daya. Kami juga akan terus berinovasi dan mendorong berbagai batasan untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih unik dan mengesankan bagi para pelanggan kami dengan meningkatkan ekosistem survei untuk mengumpulkan feedback dari pelanggan untuk perbaikan serta berinvestasi dalam otomatisasi untuk mendorong kemampuan layanan mandiri yang lebih besar.
Kedua, kami akan terus berupaya mencapai keunggulan operasional dengan meningkatkan infrastruktur utama, memperbaiki proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan sumber daya kami untuk meningkatkan finansial secara keseluruhan. Sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahan dari Singapore Airlines (SIA), kami telah memanfaatkan sinergi SIA Group dengan mengintegrasikan teknologi serupa yang diadopsi oleh SIA untuk meningkatkan produktivitas. Scoot juga terus mendukung tujuan keberlanjutan industri penerbangan. Secara bertahap hingga tahun 2026 mendatang, kami berencana untuk memensiunkan pesawat lama dan beralih ke armada generasi baru, termasuk E190-E2 yang baru. Hal ini memungkinkan kami untuk terus mengoperasikan armada yang modern dan hemat bahan bakar, sejalan dengan komitmen terhadap lingkungan dan target nol emisi karbon SIA Group pada tahun 2050.
Yang tak kalah penting, kami tetap berkomitmen untuk fokus pada karyawan dan mengembangkan mereka. Selama pandemi, Scoot mempertahankan banyak staf operasional, pilot, teknisi, dan awak kabin, serta terus melatih mereka untuk memastikan bahwa mereka tetap mengikuti perkembangan terbaru dalam hal kualifikasi dan keahlian. Untuk mendukung peningkatan yang berkelanjutan, kami akan melanjutkan proses rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan operasional kami.
Sekarang ini, banyak yang memilih penerbangan jarak jauh. Apakah Scoot menawarkan rute baru?
Saat ini, Scoot melayani penerbangan jarak jauh ke Athena empat kali seminggu, Jeddah tiga kali seminggu, dan Berlin dua kali seminggu. Meskipun sebagian besar pelanggan memilih penerbangan jarak pendek di wilayah Asia Tenggara dan Asia Pasifik, kami tetap dinamis dan fleksibel dalam menyesuaikan jaringan penerbangan seiring dengan perkembangan dan peluang yang ada.
Per Maret 2023, kami menawarkan 65 destinasi untuk pemesanan di 15 negara dan wilayah di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa. Kami berupaya untuk melakukan pemulihan jaringan penerbangan secara penuh pada akhir tahun 2023.
Selain rute-rute penerbangan yang dimulai kembali, kami juga meluncurkan beberapa rute baru termasuk ke Davao di Filipina, Jeju di Korea Selatan dan Miri di Malaysia. Untuk Indonesia, kami meluncurkan layanan penerbangan penumpang ke Lombok dan Makassar, yang sebelumnya dioperasikan oleh SilkAir. Kami juga meluncurkan penerbangan non-stop ke Seoul di Korea Selatan dan Tokyo di Jepang, di samping penerbangan satu arah melalui Taipei.
Ada kabar, Scoot akan menambah pesawat Embraer E190-E2. Respons apa yang diharapkan dari penumpang?
Baca juga: Mengapa Harga Tiket Pesawat ke Luar Negeri Lebih Murah Dibandingkan Domestik?
Apa strategi Scoot bertahan sebagai low-cost carrier selama pandemi?
Terlepas dari ketidakpastian ekonomi, permintaan perjalanan diperkirakan akan tetap tinggi di masa mendatang. Pada akhirnya, konsumen perlu terhubung dengan orang-orang terkasih, menjelajahi budaya baru, dan mendapatkan pengalaman baru.
Pandemi telah mengajarkan kita beberapa pelajaran penting, salah satunya adalah perlunya kelincahan bisnis, dan mampu bereaksi dengan cepat terhadap perubahan tren industri dan preferensi konsumen.
Sejak pandemi, kami harus membangun kembali jaringan penerbangan, permintaan perjalanan, kepercayaan pelanggan, dan ekosistem penerbangan secara umum. Dengan tetap dinamis, kami menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama yang memulihkan kapasitas dan memanfaatkan permintaan yang tinggi dari konsumen dengan segera setelah pembatasan perjalanan dilonggarkan. Pada akhir tahun 2022, Scoot telah mengoperasikan kembali lebih dari 80% kapasitas sebelum pandemi. Ke depannya, kami akan terus mencari peluang-peluang bisnis mengikuti perkembangan pasar dan mengkaji jaringan penerbangan, frekuensi penerbangan, dan sumber daya. Kami juga akan terus berinovasi dan mendorong berbagai batasan untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih unik dan mengesankan bagi para pelanggan kami dengan meningkatkan ekosistem survei untuk mengumpulkan feedback dari pelanggan untuk perbaikan serta berinvestasi dalam otomatisasi untuk mendorong kemampuan layanan mandiri yang lebih besar.
Kedua, kami akan terus berupaya mencapai keunggulan operasional dengan meningkatkan infrastruktur utama, memperbaiki proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan sumber daya kami untuk meningkatkan finansial secara keseluruhan. Sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahan dari Singapore Airlines (SIA), kami telah memanfaatkan sinergi SIA Group dengan mengintegrasikan teknologi serupa yang diadopsi oleh SIA untuk meningkatkan produktivitas. Scoot juga terus mendukung tujuan keberlanjutan industri penerbangan. Secara bertahap hingga tahun 2026 mendatang, kami berencana untuk memensiunkan pesawat lama dan beralih ke armada generasi baru, termasuk E190-E2 yang baru. Hal ini memungkinkan kami untuk terus mengoperasikan armada yang modern dan hemat bahan bakar, sejalan dengan komitmen terhadap lingkungan dan target nol emisi karbon SIA Group pada tahun 2050.
Yang tak kalah penting, kami tetap berkomitmen untuk fokus pada karyawan dan mengembangkan mereka. Selama pandemi, Scoot mempertahankan banyak staf operasional, pilot, teknisi, dan awak kabin, serta terus melatih mereka untuk memastikan bahwa mereka tetap mengikuti perkembangan terbaru dalam hal kualifikasi dan keahlian. Untuk mendukung peningkatan yang berkelanjutan, kami akan melanjutkan proses rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan operasional kami.
Sekarang ini, banyak yang memilih penerbangan jarak jauh. Apakah Scoot menawarkan rute baru?
Saat ini, Scoot melayani penerbangan jarak jauh ke Athena empat kali seminggu, Jeddah tiga kali seminggu, dan Berlin dua kali seminggu. Meskipun sebagian besar pelanggan memilih penerbangan jarak pendek di wilayah Asia Tenggara dan Asia Pasifik, kami tetap dinamis dan fleksibel dalam menyesuaikan jaringan penerbangan seiring dengan perkembangan dan peluang yang ada.
Per Maret 2023, kami menawarkan 65 destinasi untuk pemesanan di 15 negara dan wilayah di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa. Kami berupaya untuk melakukan pemulihan jaringan penerbangan secara penuh pada akhir tahun 2023.
Selain rute-rute penerbangan yang dimulai kembali, kami juga meluncurkan beberapa rute baru termasuk ke Davao di Filipina, Jeju di Korea Selatan dan Miri di Malaysia. Untuk Indonesia, kami meluncurkan layanan penerbangan penumpang ke Lombok dan Makassar, yang sebelumnya dioperasikan oleh SilkAir. Kami juga meluncurkan penerbangan non-stop ke Seoul di Korea Selatan dan Tokyo di Jepang, di samping penerbangan satu arah melalui Taipei.
Ada kabar, Scoot akan menambah pesawat Embraer E190-E2. Respons apa yang diharapkan dari penumpang?
Lihat Juga :