MRT Bukan Sekadar Bisnis Transportasi Biasa, MRTJ Accel Diluncurkan
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:42 WIB
loading...
President Director MRT Jakarta William Sabanda mengatakan, bisnis MRT bukan hanya sekadar bisnis transportasi biasa melalui kolaborasi antara MRT dan perusahaan startup dengan meluncurkan Program MRTJ Accel. Foto/SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - President Director MRT Jakarta William Sabandar membuka peluncuran program MRTJ Accel secara resmi hari ini. Dia mengatakan, bisnis MRT bukan hanya sekadar bisnis transportasi biasa. Program MRTJ Accel adalah program kolaborasi antara MRT dan perusahaan startup teknologi untuk memberdayakan ekonomi digital, dengan membuat produk bisnis dan jasa komersil yang akan berdampak sosial lewat platform MRT.
"Saya mengenalkan business formula 3+3. Lifestyle, collaboration, and innovation sebagai 'tiga' yang pertama. Sejak MRT Jakarta beroperasi, ini bukan hanya sekadar transport bisnis, tapi juga memunculkan euforia bahwa Indonesia punya MRT, sebagai simbol Indonesia baru yang ada perubahan budaya, yang tadinya naik transport tidak berbudaya, menjadi bisa antri, disiplin, dan saling respect satu sama lain," ungkap William dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat(7/8/2020).
(Baca Juga: MRT Fase Dua Mulai Dibangun Akhir Juli 2020, Telan Biaya Rp22,5 Triliun )
Hal ini juga terkait dengan pengalaman orang yang instrumennya adalah MRT. Berbicara soal lifestyle, William mengatakan, bahwa semua orang kalau datang ke Jakarta ingin merasakan naik MRT.
"Kalau lifestyle, kita tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi. Membawa experience itu adalah dengan inovasi. Kerjasama dengan startup itu adalah inovasi untuk memaksimalkan fungsi yang telah dijalankan MRT Jakarta," tambahnya.
"Saya mengenalkan business formula 3+3. Lifestyle, collaboration, and innovation sebagai 'tiga' yang pertama. Sejak MRT Jakarta beroperasi, ini bukan hanya sekadar transport bisnis, tapi juga memunculkan euforia bahwa Indonesia punya MRT, sebagai simbol Indonesia baru yang ada perubahan budaya, yang tadinya naik transport tidak berbudaya, menjadi bisa antri, disiplin, dan saling respect satu sama lain," ungkap William dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat(7/8/2020).
(Baca Juga: MRT Fase Dua Mulai Dibangun Akhir Juli 2020, Telan Biaya Rp22,5 Triliun )
Hal ini juga terkait dengan pengalaman orang yang instrumennya adalah MRT. Berbicara soal lifestyle, William mengatakan, bahwa semua orang kalau datang ke Jakarta ingin merasakan naik MRT.
"Kalau lifestyle, kita tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi. Membawa experience itu adalah dengan inovasi. Kerjasama dengan startup itu adalah inovasi untuk memaksimalkan fungsi yang telah dijalankan MRT Jakarta," tambahnya.
Lihat Juga :