Aplikasi SIZE Optimalkan Respons Cepat Pendeteksi Penyakit Menular Hewan ke Manusia

Selasa, 26 Desember 2023 - 09:14 WIB
loading...
Aplikasi SIZE Optimalkan...
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dewasa ini, ancaman penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) seperti rabies, antraks, leptospirosis, flu burung semakin meningkat. Untuk mendeteksi munculnya penyakit infeksius baru (PIB) berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah, dan bahkan menjadi pandemi seperti Covid-19, maka dibutuhkan sistem informasi yang mampu merespons dengan cepat.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK ) meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE). Kegiatan peluncuran dilaksanakan di Ruang Heritage Kantor Kemenko PMK dan secara daring via zoom dan youtube, pada Selasa (19/12/2023).

Baca Juga: Lebih Mematikan dari Covid-19, Virus Hendra Menular dari Hewan ke Manusia

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menjelaskan, aplikasi SIZE disiapkan sebagai alat bantu untuk mengurai hambatan dalam koordinasi dan pertukaran data lintas sektor dari tingkat daerah hingga pusat.

"Aplikasi SIZE ini untuk mengoptimalkan respon cepat terhadap kejadian Zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia, serta terhadap Emerging Infectious Diseases atau Penyakit Infeksius Baru (PIB)," ujar Menko PMK dalam sambutannya.

Aplikasi SIZE menghubungkan tiga sistem surveilans kesehatan di tiga instansi yaitu: Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon/SKDR di Kementerian Kesehatan, Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi Nasional/ISIKHNAS di Kementerian Pertanian, dan Sistem Informasi Kesehatan Satwa Liar/SEHATSATLI di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga: 7 Telur Hewan yang Dapat Dikonsumsi Manusia, dari Ayam hingga Semut

Alur kerja SIZE terdiri dari fitur berbagi data kasus zoonosis dari tiga sistem informasi yang saling interoperabel, notifikasi kewaspadaan (alert) kepada pengguna, penghubungan antar kasus, pencatatan respons cepat, dan evaluasi kinerja respons kasus lintas sektor.

Aplikasi SIZE digunakan oleh petugas lapangan di sektor kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, konservasi (satwa liar), atau petugas lain yang tergabung dalam tim respons cepat (TRC) Tikor zoonosis dan PIB yang dibentuk oleh Kepala Daerah.

Aplikasi SIZE adalah perwujudan amanat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Indonesia Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit Pandemi Global dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia. Selain itu, respons cepat KLB zoonosis juga telah ditetapkan oleh KEMENDAGRI dalam Permendagri 101/2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Bencana Kabupaten/Kota sebagai Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi kabupaten/kota.

Menko Muhadjir menegaskan, respons cepat kejadian penyakit menular berpotensi wabah harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah sesegera mungkin sebelum penyebaran penyakit semakin meluas. Dia berharap, dengan adanya aplikasi SIZE bisa memaksimalkan penanggulangan penyakit zoonosis dan penyakit infeksius baru.

"Mudah-mudahan aplikasi ini yang berfungsi sebagai integrator ini bisa berfungsi maksimal sehingga kita bisa lebih profesional trengginas cekatan dalam merespons berbagai macam kasus yang berkaitan dengan penyakit zoonosis," ujarnya.

Peluncuran SIZE dilakukan secara simbolis oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, bersama dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS;. Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kemtan, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc; Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemdagri, Ir. Restuardy Daud, M.Sc.; Staff Ahli Bidang Pangan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Drh. Indra Eksploitasia, M.Si.; Acting Mission Director USAID Indonesia, Mrs Erin Nicholson.

Kegiatan juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kemenkominfo R Wijaya Kusumawarfdhana, juga dihadiri dan dihadiri oleh mitra pembangunan terkait. Serta dihadiri oleh peserta dari daerah yang menghadiri kegiatan via daring zoom dan youtube sebanyak 1.455 peserta.

SIZE telah diuji coba di beberapa daerah dengan risiko zoonosis di antaranya Minahasa (Sulawesi Utara), Ketapang (Kalimantan Barat), Boyolali (Jawa Tengah), Bengkalis (Riau), dan Mataram (Nusa Tenggara Barat). Selanjutnya, SIZE akan diadopsi oleh seluruh kabupaten/kota di 38 Provinsi de Indonesia sesegera mungkin secara bertahap.

Penerapan SIZE dengan dukungan infrastruktur di Pusat Data Nasional Kemenkminfo akan mewujudkan pelaksanaan SPM dalam pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana non alam zoonosis di kabupaten/kota.

Dalam testimoninya, perwakilan Kemenkes, Kementan, dan KLHK, menyatakan kesiapannya dalam operasionalisasi SIZE agar penanganan zoonosis dan penyakit infeksius baru menjadi lebih efektif. Kemudian, dalam arahan perwakilan Kemendagri kepada Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota di 38 Provinsi yang bergabung secara virtual.

Kepala Daerah diharapkan untuk dapat segera membentuk tim koordinasi zoonosis dan PIB, serta menggunakan SIZE untuk mendukung respons cepat di daerah masing-masing.

Kemenko PMK juga memberikan piagam penghargaan kepada Kementerian Teknis dan Mitra Pembangunan USAID Indonesia yang secara terus menerus menyalurkan dukungannya melalui organisasi internasional seperti Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) Indonesia atau melalui program kerja sama dengan kementerian teknis untuk melaksanakan pengembangan SIZE.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenko PM Libatkan...
Kemenko PM Libatkan Pelaku Ekonomi Kreatif Susun Program Berdaya Berusaha
Korban Judi Online Akan...
Korban Judi Online Akan Diberi Bansos, Logika Pemerintah Dipertanyakan
Dewan Jaminan Sosial...
Dewan Jaminan Sosial Nasional dan Kemenko PMK Apresiasi Terobosan Command Center BPJS Kesehatan
Cetak SDM Unggul dan...
Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing, TKDV Tiap Daerah Tak Harus Sama
Wujudkan Kesejahteraan...
Wujudkan Kesejahteraan dan Kemandirian Masyarakat, Kemenko PMK: Perusahaan Tak Hanya Cari Untung
Cara Menko PMK Menghadapi...
Cara Menko PMK Menghadapi Fenomena Alam Super El Nino
Polemik PBI JK, Pramono...
Polemik PBI JK, Pramono Pastikan Layanan Kesehatan Warga Tetap Tercover
Satu Tahun Pemerintahan...
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Melesat
Kompetisi Pemberdayaan...
Kompetisi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko PM Pilih 8 Tim Masuk Final Innovilleague 2025
Rekomendasi
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Respons Kemlu Soal Relokasi...
Respons Kemlu Soal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved