OJK Catat Total Saham Syariah Capai Rp3.013 Triliun per Juli 2020

Senin, 21 September 2020 - 10:35 WIB
loading...
OJK Catat Total Saham...
OJK mencatat, terdapat 464 jumlah saham syariah di pasar modal dengan nilai Rp3.013 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren sektor pasar modal syariah cukup membaik. Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan pasar modal syariah cukup membaik.

Rinciannya, 464 jumlah saham syariah di pasar modal dengan nilai Rp3.013 triliun. Sedangkan sukuk koperasi syariah berjumlah 145 dengan total Rp30 triliun, lalu reksa dana syariah mencapai 282 dengan nilai Rp63,52 trilun dan ada 66 sukuk negara yang mencapai Rp892,4 trilin. Adapun data ini sepanjang Juli 2020.

"Perkembangan syariah menujukkan tren yang positif. Ekonomi syariah punya daya tahan yang tinggi," ujar Wimboh dalam diskusi virtual, Senin (21/9/2020). (Baca juga: Bismillah, Industri Keuangan Syariah Siap Dukung Pemulihan Ekonomi )

Dia melanjutkan, kelembagaan syariah sudah cukup banyak. Masa pandemi ini jadi momentum kebangkitan ekonomi keuangan syariah. "Jadi kita dari kelembagaan sudah cukup banyak. Masa pandemi ini jadi momentum kebangkitan ekonomi keuangan syariah, dimana bisa mengambil peran besar dengan berbagai modalitas untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

Dia menekankan jika Indonesia mempunyai basis yang kuat. Salah satunya, masyarakat Indonesia mempunyai basis religius sehingga bisa diberikan berbagai produk berbasis syariah. (Baca juga: Potensi Daerah Bisa Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional )

"Kita bisa memberikan produk-produk berbasis syariah mulai dari keuangan syariah, berbagai bentuk produk seperti makanan, pakaian, pariwisata, perhotelan, dan sebagainya. Ini luar biasa kita punya potensi demand yang besar," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved