Soal Duit Otsus, Rakyat Papua Hanya Butuh Keterbukaan

Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:48 WIB
loading...
Soal Duit Otsus, Rakyat...
Seorang siswa ikut proses belajar mengajar dengan cara mengintip dari jendela di SMP YPK Betheel Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan sesuai amanat undang-undang anggaran otonomi khusus (Otsus) terhadap Papua dan Papua Barat tetap digulirkan. Namun yang perlu dilakukan ialah evaluasi menyeluruh agar anggaran tersebut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya ingin sampaikan gagal atau sukses harus ada evaluasi setelah itu baru bisa memberikan opini. Saya berharap pemerintah provinsi bisa lebih membuka diri, apa yang sudah dilaksanakan, apa yang kurang, itu diperbaiki disempurnakan," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo, di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Menurut dia sampai saat ini belum ada keterbukaan baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten terkait implementasi baik dari sisi kebijakan maupun penyerapan anggaran. Sebab itu, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk dilakukan evaluasi agar pelaksanaan dana otsus dapat tersalur lebih baik lagi.

Pihaknya pun mendorong agar kelompok masyarakat duduk bersama sehingga dana otsus berdampak lebih besar bagi kesejahteraan rakyat Papua. John menegaskan bahwa yang terpenting sekarang ini ialah membangun infrastruktur untuk menyejahterakan ekonomi dalam upaya memanusiakan rakyat Papua.

Pihaknya bersama Kementerian PUPR memastikan bahwa akan terus bekerja meningkatkan infrastruktur di Papua dan Papua Barat. Di mana dana infrastruktur dari Kementerian PUPR sejak 2015 hingga 2020 mencapai Rp33 triliun digunakan untuk membangun konektivitas jalan guna mempercepat pembangunan ekonomi di Papua dan Papua Barat.

Baca Juga: John Wempi Wetipo: Dana Otsus Papua Dievaluasi Biar Nggak Bocor

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menambahkan kurangnya sosialisasi terkait penggunaan dana otsus menjadi penyebab munculnya anggapan bahwa anggaran tersebut tidak sampai kepada masyarakat. Padahal, otsus ada untuk mendorong kesejahteraan dan kesetaraan bagi masyarakat asli Papua terutama di berbagai sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan.

"Dalam hal otsus, memerlukan keterbukaan penyelenggara negara di Papua. Mereka, bicara sampaikan manfaat otsus, kami aparat keamanan membantu mendukung," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stok Ikan Melimpah,...
Stok Ikan Melimpah, KNMP Dapat Kembalikan Kejayaan Papua sebagai Lumbung Tuna
Penerbangan di Papua...
Penerbangan di Papua Rawan Penyerangan, Kemenhub Hentikan Operasional di 11 Bandara
Perlindungan Asuransi...
Perlindungan Asuransi Jangkau Papua, Jasindo: Tak Boleh Berhenti di Kota Besar Saja
Dukung Pembangunan di...
Dukung Pembangunan di Indonesia Timur, Askrindo Bersinergi dengan Bank Papua
Didukung Pertamina UMK...
Didukung Pertamina UMK Academy, Sasagu Bawa Olahan Pangan Lokal Papua Go Global
Dukung Pendidikan di...
Dukung Pendidikan di Papua, PosIND Jajaki Kerja Sama dengan UNA'IM Yapis Wamena
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Rekomendasi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved