Ekspor Kopi Indonesia Turun Gegara Milenial Makin Doyan Ngopi?
Sabtu, 21 November 2020 - 19:58 WIB
loading...
Mengonsumsi kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup milenial. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia merupakan negara eksportir kopi terbesar ke-4 di dunia. Namun, ekspor kopi Indonesia ke luar negeri mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini karena tingkat konsumsi kopi di dalam negeri terus meningkat seiring dengan menjamurnya kedai kopi di tanah air.
"Indonesia tidak hanya eksportir kopi tetapi juga konsumen kopi. Konsumsi kopi dalam negeri meningkat karena banyak munculnya kafe-kafe yang menjual kopi," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono pada acara dialog kopi "Kulak Kulik Nikmatnya Bisnis Kopi" secara virtual, Sabtu (21/11/2020).
(baca juga: Lebih Terjangkau, Kenikmatan Kopi Gerobak Tak Kalah dari Kafe )
Menurut Doni, meningkatnya konsumsi kopi di dalam negeri juga karena sudah menjadi gaya hidup di masyarakat terutama kalangan milenial. Menjamurnya bisnis kopi modern ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Di sisi lain, impor kopi juga mulai meningkat seiring tingginya kebutuhan di dalam negeri. "Kita takut impornya naik melebihi ekspornya. Ini yang harus kita tutup," ungkapnya.
Doni menuturkan, Indonesia baru mampu memenuhi 4% dari kebutuhan kopi secara global. Produktivitas kopi di dalam negeri belum bisa setinggi negara Brazil maupun Vietnam.
(Baca juga: Bio Farma Pastikan Uji Klinis Sinovac di Brazil Dilanjutkan )
"Indonesia tidak hanya eksportir kopi tetapi juga konsumen kopi. Konsumsi kopi dalam negeri meningkat karena banyak munculnya kafe-kafe yang menjual kopi," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono pada acara dialog kopi "Kulak Kulik Nikmatnya Bisnis Kopi" secara virtual, Sabtu (21/11/2020).
(baca juga: Lebih Terjangkau, Kenikmatan Kopi Gerobak Tak Kalah dari Kafe )
Menurut Doni, meningkatnya konsumsi kopi di dalam negeri juga karena sudah menjadi gaya hidup di masyarakat terutama kalangan milenial. Menjamurnya bisnis kopi modern ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Di sisi lain, impor kopi juga mulai meningkat seiring tingginya kebutuhan di dalam negeri. "Kita takut impornya naik melebihi ekspornya. Ini yang harus kita tutup," ungkapnya.
Doni menuturkan, Indonesia baru mampu memenuhi 4% dari kebutuhan kopi secara global. Produktivitas kopi di dalam negeri belum bisa setinggi negara Brazil maupun Vietnam.
(Baca juga: Bio Farma Pastikan Uji Klinis Sinovac di Brazil Dilanjutkan )
Lihat Juga :