Tren Penurunan Suku Bunga Diharapkan Genjot Kredit

loading...
Tren Penurunan Suku Bunga Diharapkan Genjot Kredit
Kredit perbankan diharapkan naik seiring penurunan suku bunga acuan. Foto/Ilustrasi
JAKARTA- Tren penurunan suku bunga perbankan yang telah terjadi pada tahun lalu diharapkan bisa menggenjot laju kredit pada tahun ini. Pertumbuhan kredit ini ditopang mulai membaiknya kondisi perekonomian Indonesia di awal tahun 2021.

"Hal tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan program vaksinasi pada awal tahun 2021 ini," papar pengamat Ekonomi Josua Pardede saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Josua menuturkan, pengaruh kenaikan kredit juga disebabkan transmisi penurunan suku bunga perbankan juga terus berlanjut merespon penurunan suku bunga acuan BI pada tahun 2020 yang lalu.

“Sehingga tren penurunan suku bunga perbankan dan perbaikan aktivitas perekonomian diharapkan akan mulai mendorong permintaan kredit yang cenderung masih lemah pada hingga akhir tahun 2020,” katanya. (Baca juga:Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini)



Dia mengungkapkan, pertumbuhan kredit pada akhir tahun 2020 cenderung masih lemah yakni di kisaran minus 2,41% year on year sementara pertumbuhan DPK pada Desember 2020 tercatat 11,11%.

Menurut dia, ruang penurunan suku bunga perbankan masih terbuka meskipun semakin terbatas. Hal itu mempertimbangkan upaya untuk menjaga daya tarik investasi pada aset keuangan rupiah dalam rangka mendorong terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah di tengah proses pemulihan ekonomi domestik.

Sementara Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menuturkan, jika merujuk pada historisnya, turunnya suku bunga acuan tidak sepenuhnya diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan. Di sisi lain permintaan kredit tidak hanya ditentukan oleh turunnya suku bunga kredit.



“Yang Lebih berpengaruh terhadap penyaluran kredit adalah demand kredit dimana demand kredit bergantung kepada kondisi ekonomi,” kata Piter.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top