Investasi Bodong Masih Marak, Literasi Perlu Ditingkatkan

Rabu, 20 Januari 2021 - 21:47 WIB
loading...
Investasi Bodong Masih...
Investasi bodong masih marak karena investor minim literasi. Foto/Ilustrasi.
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tak membuat nyali masyarakat untuk berinvestasi surut. Justru masyarakat semakin antusias untuk berinvestasi di beragam instrumen yang mudah dijangkau. Seperti surat utang, reksadana, hingga saham. ”Ini karena untuk berinvestasi di instrumen lain misalnya properti , terganjal pandemi. Sehingga investasi seperti reksadana dan saham lebih diminati,”ujar Perencana Keuangan Ahmad Gozali dari Safir Senduk & Rekan, di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

(Baca Juga : Ini 4 Tips Investasi Saham Bagi Kaum Milenial dan Pemula )

Namun demikian, lanjut dia, calon investor atau investor perlu meningkatkan literasi sehingga memahami produk atau instrumen yang akan dijadikan investasi. Sehingga, investor tidak terjebak ke dalam produk-produk yang sejatinya tidak bisa dipertanggung jawabkan. ’’Misalnya beli saham ya di bursa efek. Apabila ada pihak lain yang menawarkan instrumen investasi saham di luar bursa, patut diwaspadai,’’tegasnya. Banyaknya investor yang terjebak investasi bodong, kata Gozali, diakibatkan minimnya literasi dan keinginan besar investor untuk mendapatkan untuk yang besar dalam waktu singkat.

(Baca Juga : Investasi Bodong Marak, Psikologi Ingin Cepat Kaya Bikin Mudah Terjebak )

Salah satu kasus yang sedang mencuat yakni produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) di PT Narada Aset Manajemen (NAM). Menurut Johanes Widjaja dari Johanes Dipa Widjaja & Partners Lawfirm, puluhan nasabah yang mempercayakan dananya kepada PT NAM melalui produk-produk reksadana, telah membeli produk KPD dari PT NAM sejak tahun 2019. Namun banyak dari para nasabah yang tidak pernah menerima saham yang dijanjikan di dalam kontrak. Total dana yang telah disetorkan sekitar Rp 600 miliar dari 502 investor atau nasabah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Berita Terkini
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved