Kinerja Manufaktur RI, Sri Mulyani Bilang Lebih Baik dari Thailand dan Malaysia

Selasa, 23 Maret 2021 - 13:50 WIB
loading...
Kinerja Manufaktur RI,...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kinerja manufaktur Indonesia terus membaik, dibandingkan dengan Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kinerja manufaktur Indonesia terus membaik. Demikian juga PMI manufaktur global di awal tahun masih ekspansif.

"PMI manufaktur Indonesia bulan Januari melanjutkan tren ekspansif di level 52,2, meningkat dibandingkan 51,3 pada Desember 2020," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Tahun 2021 Harus Optimis

Dia menyebutkan bahwa posisi Indonesia lebih baik, karena PMI beberapa negara ASEAN menurun, bahkan di bawah level ekspansif. "Dibandingkan negara Thailand, Vietnam, dan Malaysia, kita berada di posisi yang lebih tinggi dan relatif lebih baik," ungkapnya.

Baca Juga: China Butuh 30 Tahun Lagi untuk Jadi Raksasa Manufaktur Dunia

Sambung Menkeu mengatakan, perbaikan ini didorong oleh ekspansi yang solid dan menunjukkan adanya pemulihan permintaan. Secara global pun, kinerja manufaktur yang positif juga masih berlanjut meski sedikit melambat.

"Tren penurunan kasus Covid-19 serta vaksinasi memberikan optimisme dan harapan bagi pemulihan ekonomi. Namun perlu diwaspadai potensi re-eskalasi Covid-19," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Koelnmesse dan AMARA...
Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Dorong Pertumbuhan Pameran Dagang di Indonesia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Soal Pengadaan 105.000...
Soal Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih, Evita: Momentum Perkuat Manufaktur Nasional
Rekomendasi
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Tiga Kartu Merah Warnai...
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved