Kasus Rapid Tes Antigen Bekas Memalukan, Jaminan Holding BUMN Farmasi Ditagih
Selasa, 25 Mei 2021 - 18:22 WIB
loading...
Kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan, mendesak manajemen Holding BUMN Farmasi untuk memberikan jaminan tidak kembali terulang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan, mendesak manajemen Holding BUMN Farmasi untuk memberikan jaminan tidak kembali terulang. Hal ini agar kejadian serupa tidak ada di daerah-daerah lain.
Baca Juga: Kapolda Sumut: Layanan Rapid Test Bekas Terjadi sejak Desember 2020
Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza mengutarakan, manajemen harus menjelaskan langkah strategis agar perkara penggunaan alat bekas tidak terjadi di daerah lain. Terutama mencegah adanya manipulasi vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi nasional.
"Nanti kita akan minta Pak Dirut Kimia Farma Bio Farma, dan Indofarma, ini merupakan suatu hal yang memalukan kita semua, termasuk kita yang ikut mengawal vaksin," ujar Faisol saat rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (25/5/2021).
"Tadi sudah disepakati pak Dirut Kimia Farma ada perbaikan manajemen, dan harus dipahami oleh seluruh SDM, terutama sekali menyangkut vaksin Covid-19. Agar kejadian itu bisa atau dijadikan satu perbaikan pelayanan di seluruh provinsi," sambungnya.
Baca Juga: Kapolda Sumut: Layanan Rapid Test Bekas Terjadi sejak Desember 2020
Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza mengutarakan, manajemen harus menjelaskan langkah strategis agar perkara penggunaan alat bekas tidak terjadi di daerah lain. Terutama mencegah adanya manipulasi vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi nasional.
"Nanti kita akan minta Pak Dirut Kimia Farma Bio Farma, dan Indofarma, ini merupakan suatu hal yang memalukan kita semua, termasuk kita yang ikut mengawal vaksin," ujar Faisol saat rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (25/5/2021).
"Tadi sudah disepakati pak Dirut Kimia Farma ada perbaikan manajemen, dan harus dipahami oleh seluruh SDM, terutama sekali menyangkut vaksin Covid-19. Agar kejadian itu bisa atau dijadikan satu perbaikan pelayanan di seluruh provinsi," sambungnya.
Lihat Juga :