Ngurusi BUMN dengan Aset Rp9.259 T, Anggaran Kementerian Erick cuma Dikasih Rp208 M
Kamis, 03 Juni 2021 - 11:51 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas menyepakati pagu indikatif Kementerian BUMN pada 2022 sebesar Rp208,3 miliar. Jumlah tersebut lebih kecil dari pagu anggaran 2021 yang berada di angka Rp244,8 miliar. Jumlah anggaran itu juga sangat kecil jika dibanding dengan aset BUMN yang mencapaiRp9.295 triliun.
Di depan Komisi VI DPR, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, anggaran Kementerian BUMN 2022 yang disepakati itu bahkan lebih kecil dari anggaran dua tahun sebelumnya atau periode 2020-2021.
Baca juga:Banjir Sentimen Positif, Bulan Juni Jadi Awal Baik bagi IHSG
"Pagu indikatif Kementerian BUMN tahun 2022 adalah Rp208,3 miliar, ini tentunya turun dari 2021 yang sebelumnya Rp244,8 miliar atau 85,06%. Kalau kita lihat dari tahun 2020, ke tahun 2021 ke tahun 2022, kita terus mengalami penurunan," ujar Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis (3/6/2021).
Adapun anggaran 2022 akan dialokasikan di dua program prioritas. Pertama, program dukungan sebesar Rp252,9 miliar. Kedua program pengembangan dan pengawasan senilai Rp55,3 miliar.
Di depan Komisi VI DPR, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, anggaran Kementerian BUMN 2022 yang disepakati itu bahkan lebih kecil dari anggaran dua tahun sebelumnya atau periode 2020-2021.
Baca juga:Banjir Sentimen Positif, Bulan Juni Jadi Awal Baik bagi IHSG
"Pagu indikatif Kementerian BUMN tahun 2022 adalah Rp208,3 miliar, ini tentunya turun dari 2021 yang sebelumnya Rp244,8 miliar atau 85,06%. Kalau kita lihat dari tahun 2020, ke tahun 2021 ke tahun 2022, kita terus mengalami penurunan," ujar Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis (3/6/2021).
Adapun anggaran 2022 akan dialokasikan di dua program prioritas. Pertama, program dukungan sebesar Rp252,9 miliar. Kedua program pengembangan dan pengawasan senilai Rp55,3 miliar.
Lihat Juga :