PPN Sembako Masih Dikaji, Stafsus Menkeu: Penerapannya Tunggu Ekonomi Pulih

Rabu, 09 Juni 2021 - 16:18 WIB
loading...
PPN Sembako Masih Dikaji,...
Ilustrasi foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok alias sembako menuai pro dan kontra. Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu), Yustinus Prastowo di laman twitter pribadinya berupaya memberikan penjelasan terkait sembako kena pajak dengan memberikan pertanyaan. “Kok sembako kena pajak? Pemerintah butuh uang ya?,” cuit Yustinus, dikutip dari laman twitter pribadinya, Rabu (9/6/2021).

Sebagaimana diketahui, efek pandemi Covid-19 mengakibatkan lumpuhnya perekonomian. Banyak pihak berupaya bangkit dan memulihkan kondisi ekonomi agar kembali stabil. Di lain pihak, pemerintah justru ingin menaikkan PPN untuk sembako.

Baca juga: Waduh, Sembako Mau Dikenakan Pajak Oleh Pemerintah

Menurut Yustinus, di masa pandemi ini tidak ada yang tidak membutuhan uang. Namun, dia beranggapan bahwa kenaikan PPN memang sebaiknya dilakukan usai kondisi perekonomian sudah pulih. "Maka sekali lagi, ini saat yang tepat merancang dan memikirkan. Bahwa penerapannya menunggu ekonomi pulih dan bertahap, itu cukup pasti," jelas dia.

Baca juga: Influencer Juga Wajib Taat Lapor dan Bayar Pajak

Dia membeberkan, seharusnya semakin banyak keluarga yang mendapatkan bantuan sosial (bansos) dan subsidi, bukan justru harus membayar tarif PPN yang dikenakan kepada rumah tangga yang menerima sembako. "Mohon terus dikritik, diberi masukan, dan dikawal. Ini masih terus dikaji, dipertajam, dan disempurnakan," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
Purbaya Dikabarkan Ambruk...
Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu
PPN Avtur 100% Ditanggung...
PPN Avtur 100% Ditanggung Pemerintah, Ini Aturannya
Purbaya Copot 2 Dirjen...
Purbaya Copot 2 Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, Ada Apa?
Empat Tahun Berturut-turut,...
Empat Tahun Berturut-turut, Bibit.id Raih Penghargaan Kemenkeu
Robert Marbun Jabat...
Robert Marbun Jabat Sekjen Baru Kemenkeu, Purbaya Sebut Penyegaran
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Buruh Dapat Sembako...
Buruh Dapat Sembako di May Day 2026, Andi Gani: Tak Ada dari Oligarki dan APBN yang Dipakai
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved