Perayaan Waisak, Kementerian PUPR Pastikan Sarhunta di Borobudur Memadai untuk Wisatawan

Senin, 16 Mei 2022 - 09:42 WIB
loading...
Perayaan Waisak, Kementerian PUPR Pastikan Sarhunta di Borobudur Memadai untuk Wisatawan
Salah satu Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Foto/Dok Kementerian PUPR
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) untuk menyambut perayaan hari raya Waisak tahun ini di sekitar Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah.

Hal tersebut bertujuan menciptakan peluang ekonomi ditengah meningkatnya jumlah pengunjung yang merayakan Waisak yang pada tahun ini sudah diperbolehkan oleh pemerintah. Terlebih lagi, masyarakat yang datang tidak hanya untuk beribadah melainkan juga berwisata.

Diharapkan umat Buddha yang datang ke perayaan Waisak maupun para wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur dapat menginap di Sarhunta.

"Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (15/5/2022).

Baca juga: Hari Raya Waisak, Ini 5 Wihara Terbesar di Indonesia dengan Pesona Memukau

Program Sarhunta merupakan rangkaian kegiatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni dan sekaligus mendorong perekonomian karena rumah bisa dimanfaatkan sebagai homestay bagi para wisatawan yang berkunjung.

Terdapat 821 rumah yang mendapat bantuan Sarhunta. Bantuan tersebut terdiri dari 382 di 15 desa berupa peningkatan kualitas rumah dengan fungsi homestay dan usaha pariwisata lainnya dan 439 unit di empat desa peningkatan kualitas rumah swadaya tanpa fungsi usaha.

Baca juga: Hari Raya Waisak 2566, Menag Yaqut: Mari Perkuat Moderasi Beragama

Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto berharap kehadiran Sarhunta dapat mendorong perekonomian masyarakat di sekitar Candi Borobudur serta meningkatkan kualitas hunian.

“Ciri khas elemen fisik dapat dilihat dari pembangunan atap tradisional Jawa Kerakyatan dengan bumbungan kalpataru, ada teras homestay, pintu dan jendela dengan motif kawung dan pigura bata ekspose," urainya.



Selain itu, sambung dia, kamar tidur dengan bata ekspose dan fasilitas penginapan yang memadai, kamar mandi standar yang bersih serta adanya pot atau gentong untuk cuci tangan.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1303 seconds (10.55#12.26)