Turun ke Rp15.627 per Dolar, Ini Dia Bilang Keladi Keoknya Mata Uang Garuda

Selasa, 01 November 2022 - 20:05 WIB
loading...
Turun ke Rp15.627 per Dolar, Ini Dia Bilang Keladi Keoknya Mata Uang Garuda
Inflasi membuat rupiah terkulai atas dolar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 30 poin ke level Rp15.627 atas dolar Amerika Serikat ( USD ) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (1/11/2022). Salah satu faktor pemicu melemahnya mata uang garuda adalah laporan S&P Global yang mengungkap purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke 51,8 pada Oktober 2022.

Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp15.567 per Dolar AS, Ini Sebabnya

Selain itu juga karena sentimen suku bunga acuan. Bank Indonesia terus mengerek suku bunganya dalam tiga bulan beruntun sebesar 125 basis poin menjadi 4,75%.

"Di saat suku bunga acuan naik, berisiko menghambat ekspansi dunia usaha. Sebab suku bunga kredit, baik investasi maupun modal kerja, akan mengalami kenaikan," terang Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang, dalam keterangannya, Selasa (1/11/2022).

Sentimen negatif internal lainnya, sebut dia, Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 1,66% pada Oktober 2022 (mtm). Kondisi ini membuat laju inflasi secara tahunan sudah menembus 5,71% (YoY), lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yaitu 5,95%.

Berdasarkan ekspektasi pasar, inflasi Oktober diperkirakan menembus 0,08% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Inflasi bulan Oktober jauh lebih kecil dibandingkan yang tercatat pada September, yakni 1,17% (mtm). Kemudian inflasi secara tahunan (yoy) akan menembus 5,95% atau stagnan dibandingkan pada September yang juga tercatat 5,95%.

Baca juga: Dampak Perburuan Liar, Ukuran Cula Badak Terus Menyusut dalam Satu Abad

Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (2/11/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.600-Rp15.670.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3486 seconds (11.252#12.26)