Wall Street Libur Peringati Hari Martin Luther King, Simak Proyeksi Pasar

Senin, 16 Januari 2023 - 22:30 WIB
loading...
Wall Street Libur Peringati Hari Martin Luther King, Simak Proyeksi Pasar
Wall Street libur memperingati hari Marthin Luther King. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Perdagangan pasar modal di bursa Amerika Serikat atau Wall Street tutup pada hari ini Senin (16/1) seiring pengganti hari libur nasional untuk memperingati kelahiran Martin Luther King Jr.

Martin Luther King Jr yang lahir pada 15 Januari 1929 merupakan seorang pendeta Baptis dan aktivis gerakan hak sipil tahun 1954 sampai 1968. Ia dikenal karena menuntut hak sipil dengan cara non-kekerasan yang berlandaskan ajaran Kristen dan terinspirasi oleh aktivisme damai Mahatma Gandhi.

Pada penutupan akhir pekan lalu, tiga indeks Wall Street berakhir menguat terdongkrak kinerja sejumlahh saham sektor lembaga keuangan. Dow Jones Industrial Average (DJI) menguat 0,33% di 34.302,61; S&P 500 (SPX) naik 0,40% di 3.999,09; dan Nasdaq Composite (IXIC) tumbuh 0,71% menjadi 11.079,16.

Analis lembaga manajemen investasi Federated Hermes, Martin Schulz mengatakan ada peluang positif di pasar AS sepanjang pekan ini. Adapun hal itu didukung oleh prospek penurunan suku bunga yang mendukung kinerja sejumlah saham-saham teknologi.

"Saham-saham teknologi di AS menjadi lebih berbobot daripada saham teknologi di Eropa," kata Martin dilansir Reuters, Senin (16/1/2023).

Baca Juga: Wall Street Dibuka Merekah Saat Investor Menanti Pengumuman Inflasi AS

Sementara itu, manajer portofolio Invesco Investment Solutions, Alessio de Longis menyebut ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve menjadi sentimen bagi pasar modal. "Salah satu elemen yang membantu pasar ekuitas AS adalah tentang kebijakan moneter yang tidak biasa, dan itu kini telah berakhir," terangnya.

Namun demikian, risiko resesi global dipandang masih menjadi batu kerikil penguatan indeks wall street sepanjang pekan ini. Menurut analis, investor pasar modal AS dapat beralih ke bursa-bursa lain di luar negeri yang memiliki peluang pertumbuhan yang baik.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menanjak Naik Usai Inflasi AS Melandai di Level 6,5 Persen

"Membeli saham di pasar internasional bisa menjadi pelengkap peluang (pertumbuhan) di dalam negeri," kata Senior Investment Strategist Edward Jones, Mona Mahajan.
(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2067 seconds (11.252#12.26)