Mengurai Kesiapan Penyediaan Pupuk Subsidi dan Tantangan Distribusi
Kamis, 21 Desember 2023 - 14:45 WIB
loading...
Menyoroti problem distribusi pupuk bersubdisi nasional yang dinilai banyak kalangan kurang tepat sasaran. Berikut beberapa permasalahan kunci dalam distribusi pupuk nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menyoroti problem distribusi pupuk bersubdisi nasional yang dinilai banyak kalangan kurang tepat sasaran. Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal mengidentifikasi, beberapa permasalahan kunci dalam distribusi pupuk nasional .
Baca Juga: Kawinkan Data Penerima Pupuk Subsidi, Penyempurnaan i-Pubers Terus Didorong
Menurut Akbar, problem distribusi pupuk nasional terjadi akibat berkurangnya nilai subsidi pupuk untuk petani dari tahun ke tahun. Terus berkurangnya subsidi pupuk dari Rp34,3 triliun pada 2019 menjadi hanya Rp24 triliun pada 2023.
"Selain itu juga karena Ketidaktepatan waktu penyediaan di tingkat distributor, gudang atau kios pengecer pupuk bersubsidi di wilayah kecamatan dan atau desa; serta ketidaksesuaian komposisi pupuk majemuk dengan kondisi lahan setempat," kata Akbar Faizal dalam Fokus Grup Diskusi dengan tema Perbaikan Distribusi Pupuk, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2023).
Diterangkan juga olehnya, bahwa dalam menghadapi krisis pangan global, Indonesia harus memiliki tingkat ketahanan pangan yang kuat. Untuk mencapai itu, menurutnya pupuk merupakan salah satu komoditas inti dalam tercapainya ketersediaan pangan nasional yang baik.
"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang penting agar ketahanan pangan nasional kita menjadi kuat dan siap menghadapi tantangan pangan global," tutur Akbar.
Baca Juga: Kawinkan Data Penerima Pupuk Subsidi, Penyempurnaan i-Pubers Terus Didorong
Menurut Akbar, problem distribusi pupuk nasional terjadi akibat berkurangnya nilai subsidi pupuk untuk petani dari tahun ke tahun. Terus berkurangnya subsidi pupuk dari Rp34,3 triliun pada 2019 menjadi hanya Rp24 triliun pada 2023.
"Selain itu juga karena Ketidaktepatan waktu penyediaan di tingkat distributor, gudang atau kios pengecer pupuk bersubsidi di wilayah kecamatan dan atau desa; serta ketidaksesuaian komposisi pupuk majemuk dengan kondisi lahan setempat," kata Akbar Faizal dalam Fokus Grup Diskusi dengan tema Perbaikan Distribusi Pupuk, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2023).
Diterangkan juga olehnya, bahwa dalam menghadapi krisis pangan global, Indonesia harus memiliki tingkat ketahanan pangan yang kuat. Untuk mencapai itu, menurutnya pupuk merupakan salah satu komoditas inti dalam tercapainya ketersediaan pangan nasional yang baik.
"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang penting agar ketahanan pangan nasional kita menjadi kuat dan siap menghadapi tantangan pangan global," tutur Akbar.
Lihat Juga :