Dolar AS Tumbang, Rupiah Kembali Ditutup Menguat ke Rp15.590
Jum'at, 08 Maret 2024 - 16:09 WIB
loading...
Rupiah hari ini ditutup menguat pada perdagangan hari ini Jumat 8 Maret 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah sore ini ditutup menguat 64 poin ke level Rp15.590 setelah sebelumnya sempat naik 85 poin di level Rp15.654.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melemah karena Bank Sentral Eropa (ECB) menetapkan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga menyampaikan hal serupa mengenai jalur suku bunga AS.
"Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun, yang biasanya mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, turun ke level terendah satu bulan di 4,499% pada hari Jumat karena para pedagang menambah spekulasi penurunan suku bunga Fed dalam waktu dekat," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (8/3/2024).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Menguat ke Rp15.705 per Dolar AS
Fokus saat ini beralih ke laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS, terutama setelah laporan pekerjaan pada bulan Januari yang mengejutkan pasar.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melemah karena Bank Sentral Eropa (ECB) menetapkan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga menyampaikan hal serupa mengenai jalur suku bunga AS.
"Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun, yang biasanya mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, turun ke level terendah satu bulan di 4,499% pada hari Jumat karena para pedagang menambah spekulasi penurunan suku bunga Fed dalam waktu dekat," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (8/3/2024).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Menguat ke Rp15.705 per Dolar AS
Fokus saat ini beralih ke laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS, terutama setelah laporan pekerjaan pada bulan Januari yang mengejutkan pasar.
Lihat Juga :