Inovatif-Kreatif Kunci Bertahan di Masa Pandemi

Kamis, 21 Januari 2021 - 06:09 WIB
loading...
Inovatif-Kreatif Kunci...
Pelaku usaha dituntut lebih inovatif dan kreatif agar bertahan di masa pandemi. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Kreatif dan inovatif menjadi kunci bagi pelaku usaha agar bertahan di masa pandemi Covid-19 . Perubahan model bisnis dan layanan kini tak bisa lagi dihindarkan di tengah keterbatasan interaksi dengan konsumen.

Beruntung, saat ini dukungan teknologi digital sangat besar sehingga pelaku usaha tinggal mengadopsi cara-cara baru supaya lebih efisien. Era digital ini pun menjadi peluang tersendiri bagi kalangan muda untuk lebih bisa berkreasi karena semua platform yang dibutuhkan telah tersedia.

Institute of Social Economic Digital (ISED), sebuah lembaga kajian yang salah satunya fokus pada perkembangan digital, berpandangan bahwa pandemi Covid-19 membawa perubahan besar secara cepat menuju era digitalisasi. Perubahan itu mulai dari pertemuan yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kemudian beralih bertemu secara daring (online). Lantaran itu, transformasi pemanfaatan teknologi digital bisa menjadi salah satu kunci untuk menekan dampak pandemi.

(Baca juga: Peneliti Unpad Kembangkan 3 Inovasi Penyimpanan Sampel Swab Covid-19 )

Dalam kajian lainnya, lembaga konsultasi marketing, Inventure, juga menyebutkan bahwa tahun 2021 merupakan masa di mana Indonesia akan mengalami beberapa perubahan mulai dari ekonomi secara makro, industri hingga konsumen dalam skala lebih kecil. Hal ini tidak bisa dihindari karena pandemi membuat segala hal yang berhubungan dengan interaksi massa mau tidak mau harus dikurangi untuk mencegah penyebaran Covid.

Pendiri ISED Prof Sri Adiningsih mengatakan Indonesia pada dasarnya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun lagi untuk bertransformasi ke digital. Namun, pandemi Covid-19 justru memaksa transformasi itu menjadi lebih cepat. Meski begitu, kondisi tersebut setidaknya justru membawa sisi positif.

“Dengan elektrifikasi dan internet yang semakin merata, digitalisasi menjadi penyelamat bagi UMKM, petani, pedagang, dan lainnya sehingga bisa memasarkan produknya melalui online. Artinya, ada sisi positif yang bisa didapat dari pandemi ini,” kata Sri dalam webinar bertajuk Indonesia Digital Outlook 2021 yang digelar ISED, di Jakarta, kemarin.

(Baca juga: Duit Rp28,8 Triliun Ludes Disedot oleh Pelaku Usaha Cilik )

Adapun menurut pakar marketing Inventure, Yuswohady, pelaku usaha yang sukses di era pandemi adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan karakter saat ini yakni higienis, sedikit sentuhan (low-touch), minim kerumunan (less-crowded), dan minim pergerakan (low-mobility). “Untuk perusahaan yang hight touch dan high crowd seperti pariwisata mau tidak mau harus bertransformasi den mengadopsi model bisnis baru, low touch dan less crowded,” kata dia dalam kajiannya yang dirilis beberapa waktu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Sri Mulyani Dorong Fleksibilitas...
Sri Mulyani Dorong Fleksibilitas Penggunaan Dana Pandemi di ASEAN
Jokowi Optimistis Industri...
Jokowi Optimistis Industri Batik Cepat Bangkit Pascapandemi
Sri Mulyani Sebut Raut...
Sri Mulyani Sebut Raut Wajah Menkeu se-G20 Tak Ada yang Gembira, Kok Bisa?
Mentan Sebut Pengalaman...
Mentan Sebut Pengalaman Penanganan Pandemi Jadi Modal Hadapi El-Nino
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Rekomendasi
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved