Rehabilitas Mangrove Padat Karya Diharap Dorong Pemulihan Ekonomi

loading...
Rehabilitas Mangrove Padat Karya Diharap Dorong Pemulihan Ekonomi
Kepala BRGM bersama dengan Kelompok Masyarakat Pembibitan Mangrove di Desa Alur Cempedak, Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Foto/ist
JAKARTA - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) pada tahun ini berencana melakukan rehabilitasi mangrove di sembilan provinsi melalui metode padat karya yang diharap turut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Diawali Rabu (21/4), dari provinsi Sumatera Utara, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia Hartono beserta segenap pejabat teras BRGM melakukan kegiatan roadshow ke tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Tujuan kegiatan yang akan berlangsung kurang lebih seminggu ini adalah untuk menyosialisasikan program restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove tahun 2021-2024 kepada para pihak di daerah.

Baca Juga : Fokus Cari Solusi Bagi PEN & Industri Padat Karya, Airlangga Temui Insan Film

Kepala BRGM Hartono memandang perlu untuk lebih mempererat jalinan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar target restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove bisa tercapai.

“Sesuai dengan Perpres Nomor 120 Tahun 2021 tentang pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove, BRGM bertugas memfasilitasi percepatan restorasi gambut dan rehabiltasi mangrove. Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian terkait, pemerintah daerah dan para mitra seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, perguruan tinggi dan perusahaan,” kata Hartono di Jakarta, Jumat (23/4/2021).



Bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BRGM melakukan rehabilitasi mangrove di 9 provinsi, yakni Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat.

“Rehabilitasi mangrove tahun ini akan dilakukan pada areal sekitar 83 ribu hektar. Kami akan lakukan secara bertahap. Lokasi-lokasi diidentifikasi di lapangan bersama dengan BPDAS-RH. Demikian pula kami lakukan identifikasi kelompok masyarakat yang akan terlibat,” jelasnya.

Pelaksanaan rehabilitasi mangrove dijalankan dengan metode padat karya. Ini menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama pada pada pandemi Covid-19 ini.

“Bagi kami, bekerja dengan masyarakat secara langsung di tapak bukan hal baru. Pada pelaksanaan restorasi gambut periode sebelumnya, pendekatan inilah yang kami kedepankan,” tambah Hartono.

Baca Juga : PPKM Mikro Diperpanjang & Diperluas, Airlangga: Pandemi Terkendali, Pemulihan Ekonomi Segera Tercapai

Kegiatan padat karya penanaman mangrove di 9 provinsi tahun ini diperkirakan akan melibatkan 203.500 orang warga. Anggaran rehabilitasi keseluruhan sekitar Rp1,5 triliun dan sebagian besarnya digunakan untuk pembibitan dan penanaman dengan tenaga kerja berasal dari masyarakat desa.



Pada roadshow ini, rombongan BRGM juga akan melakukan penanaman mangrove Bersama masyarakat di beberapa lokasi. Hal ini menandakan kesiapan pelaksanaan rehabilitasi secara nyata.
(dar)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top