Serikat Pekerja Ingin Tapera Berbentuk Rumah Bukan Tabungan
Senin, 08 Juni 2020 - 15:02 WIB
loading...
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyarankan pemerintah membangun perumahan sendiri, seperti konsep perumnas dahulu. Bukan hanya mengumpulkan tabungan kemudian meminta peserta untuk membeli rumah sendiri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dengan catatan, Pemerintah diminta menyediakan perumahan dengan down payment (DP) nol persen untuk kaum buruh. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, dukungan ini diberikan karena setiap warga negara berhak mempunyai rumah.
(Baca Juga: Peserta Tapera Ditarget Capai 13 Juta Dalam 5 Tahun )
Untuk itu, pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan perumahan bagi warganya, termasuk kaum buruh. KSPI meminta adanya penyempurnaan dari program Tapera ini. Salah satunya, program ini harus riil dalam bentuk rumah dan hanya berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI).
“Bukan hanya mengumpulkan tabungan kemudian meminta peserta untuk membeli rumah sendiri. Jika hanya berbentuk tabungan, buruh tetap saja akan kesulitan untuk membeli rumah,” ujarnya dalam resmi di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Pemerintah disarankan untuk membangun perumahan sendiri, seperti konsep perumnas dahulu. Dengan demikian, pemerintah bisa menetapkan harga rumah yang murah. KSPI tidak ingin pembangunan dilakukan oleh pengembang yang berorientasi pada keuntungan semata.
(Baca Juga: Peserta Tapera Ditarget Capai 13 Juta Dalam 5 Tahun )
Untuk itu, pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan perumahan bagi warganya, termasuk kaum buruh. KSPI meminta adanya penyempurnaan dari program Tapera ini. Salah satunya, program ini harus riil dalam bentuk rumah dan hanya berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI).
“Bukan hanya mengumpulkan tabungan kemudian meminta peserta untuk membeli rumah sendiri. Jika hanya berbentuk tabungan, buruh tetap saja akan kesulitan untuk membeli rumah,” ujarnya dalam resmi di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Pemerintah disarankan untuk membangun perumahan sendiri, seperti konsep perumnas dahulu. Dengan demikian, pemerintah bisa menetapkan harga rumah yang murah. KSPI tidak ingin pembangunan dilakukan oleh pengembang yang berorientasi pada keuntungan semata.
Lihat Juga :