Simak Beda PPnBM di 2022 dan Mobil Apa Saja yang Dapat Diskon Pajak

Senin, 17 Januari 2022 - 18:21 WIB
loading...
Simak Beda PPnBM di...
Kelanjutan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) di 2022 ada sedikit perbedaan dibandingkan tahun lalu, simak penjelasannya dan mobil apa sana yang dapat diskon pajak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru berlanjut di tahun 2022 setelah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun ada sedikit perbedaan dibandingkan tahun lalu, dimana besaran diskonnya tidak sebesar 2021 yang bebas 100% sepanjang tahun.

Baca Juga: Kabar Baik di 2022, Pajak Rumah dan Mobil Baru Ditanggung Pemerintah

Pada tahun ini, pemerintah membagi relaksasi PPnBM berdasarkan dua kategori, yakni mobil LCGC (low cost green car) dengan harga di bawah Rp200 juta serta mobil non-LCGC dengan harga di bawah Rp250 juta.

PPnBM mobil LCGC di tahun ini naik menjadi 3%. Dengan relaksasi tersebut, maka pemerintah memberlakukan diskon PPnBM LCGC sebesar 100%, namun relaksasi dengan nilai tersebut hanya akan berlangsung di kuartal I 2022 atau Januari hingga Maret 2022.

Adapun mobil-mobil yang mendapatkan PPnBM 0% untuk tiga bulan pertama ini antara lain Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Honda Brio Satya, Toyota Agya, dan Toyota Calya. Kelima mobil itu mengisi segmen LCGC.

Untuk Toyota Agya memiliki range harga Rp144,9 juta hingga Rp170,39 juta untuk Toyota Agya 1.2 GR Sport A/T. Sedangkan untuk Toyota Calya memiliki range harga mulai dari Rp146,19 juta hingga Rp167,49 juta untuk Calya 1.2 GR Sport A/T.

Sedangkan Honda Brio Satya memiliki range harga Rp151,4 juta untuk Brio Satya S M/T hingga Rp175,4 juta untuk Honda Brio Satya E CVT. Sedangkan Daihatsu Ayla memiliki range harga antara Rp103,3 juta hingga Rp161,05 juta.

Selanjutnya Daihatsu Sigra juga akan mendapat PPnBM DTP, sebab memiliki harga mulai dari Rp120,65 juta hingga Rp163,4 juta untuk Daihatsu Sigra 1.2 R A/T DLX.

Pemerintah membagi rentang waktu relaksasi PPnBM selama empat kuartal. Di kuartal kedua, pemerintah menanggung 2% PPnBM LCGC, artinya konsumen hanya perlu membayar 1% saja dari 3% PPnBM LCGC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insentif PPN DTP Akan...
Insentif PPN DTP Akan Diperpanjang, Menko Airlangga Beberkan Alasannya
Gaet Produsen EV Dunia,...
Gaet Produsen EV Dunia, Insentif PPnBM DTP dan Impor Kendaraan Listrik Diberikan hingga 2025
Pandemi Usai, Pemerintah...
Pandemi Usai, Pemerintah Bakal Tetap Guyur Insentif di Tahun Ini
Gaikindo Sebut Kebijakan...
Gaikindo Sebut Kebijakan PPnBM DTP Dongkrak Kinerja Industri Otomotif
Menko Airlangga: Insentif...
Menko Airlangga: Insentif PPnBM Bikin Penjualan Mobil Melesat 65 Persen
Akselerasi Ekonomi,...
Akselerasi Ekonomi, Relaksasi PPnBM Dorong Sektor Otomotif Pulih Lebih Cepat
Mudah Meledak, Mobil...
Mudah Meledak, Mobil Listrik Dilarang Parkir di Ruang Bawah Tanah Kondominium
Pintu Tertutup untuk...
Pintu Tertutup untuk Mobil Hybrid: Pemerintah Tegas, Insentif Tak Akan Bertambah, Ini Alasannya
IIMS 2025: Pilihan Mobil...
IIMS 2025: Pilihan Mobil Harga Rp100 Jutaan untuk Konsumen Indonesia
Rekomendasi
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved