KPPU Tingkatkan Kasus Monopoli Ekspor Benih Lobster ke Tahap Penyelidikan

Selasa, 08 Desember 2020 - 17:28 WIB
loading...
KPPU Tingkatkan Kasus...
FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menaikkan kasus monopoli ekspor benih bening lobster (benur) ke tahap penyelidikan. Hal tersebut menyusul ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi ekspor benur lobster.

Menurut Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Saragih, kasus ini dinaikkan karena sudah adanya kecukupan alat bukti dari proses penelitian yang dilangsungkan sejak 10 November. "Kami telah menaikkan kasus ini menjadi tahap penyelidikan. Pasalnya KPPU telah melakukan penelitian inisiatif tentang dugaan pelanggaran perusahaan jasa kargo (freight forwarding) logistik benih bening lobster," kata dia dalam telekonfrensi, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga: Terkait Kasus Ekspor Benih Lobster, KPPU Akan Panggil 40 Pengusaha

Kemudian lanjut dia, proses penelitian telah menemukan alat bukti untuk menentukan pelaku terlapor dan dugaan pelanggarannya. "Maka itu kami meminta tim penegakan hukum untuk bisa melakukan penelaahan kembali," ungkap dia.

Baca Juga: Direksi hingga Komisaris Dilaporkan Korupsi, Begini Reaksi Kementerian BUMN

Dalam hal ini lanjut Guntur menelaah perusahaan jasa kargo terkait adanya dugaan pelanggaran usaha tidak sehat, baik berupa pembelian dan penguasaan pasar ekspor benur. "Dalam 30 hari ke depan, (tim) akan (memberikan) laporan kembali kepada komisi. Dan mulai hari ini sudah ada tim," tandas Guntur.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menyoroti Perbedaan...
Menyoroti Perbedaan Bea Masuk Gandum, KPPU Wanti-wanti Praktik Curang
KPPU Apresiasi E-Commerce...
KPPU Apresiasi E-Commerce Teken Pakta Integritas
Beras Langka di Ritel...
Beras Langka di Ritel Modern, KPPU Sebut HET Penyebabnya
Selidiki Dugaan Kartel...
Selidiki Dugaan Kartel Beras, KPPU Bentuk Tim Khusus
44 Pinjol Masuk Radar...
44 Pinjol Masuk Radar KPPU Usut Dugaan Kartel Suku Bunga Pinjaman
Diperiksa Terkait Korupsi,...
Diperiksa Terkait Korupsi, Menhub Singapura Diminta Cuti
Soroti Tabrakan Kereta...
Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi, Pengamat Sarankan Polisi Tunggu Hasil KNKT
TNI: Penyelidikan Dugaan...
TNI: Penyelidikan Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus Andrie Yunus Bakal Dilakukan Secara Transparan
TNI Gelar Penyelidikan...
TNI Gelar Penyelidikan Dugaan Keterlibatan Prajurit di Balik Kasus Andrie Yunus
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved