Dampak Positif Relaksasi, MDLN Cetak Marketing Sales Rp341 Miliar

loading...
Dampak Positif Relaksasi, MDLN Cetak Marketing Sales Rp341 Miliar
Salah satu proyek properti yang digarap PT Modernland Realty Tbk (MDLN). Foto/Ist
JAKARTA - Pasca digulirkannya kebijakan pemberian insentif fiskal berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk perumahan dengan harga dibawah Rp2 miliar, dimanfaatkan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) untuk mempromosikan penjualan produk perumahannya ke target pasar yang dibidik. Melalui kebijakan ini diharapkan akan memudahkan masyarakat untuk membeli rumah yang diinginkan.

Investor Relations and Budgeting Director PT Modernland Realty Tbk Bobby Heryunda menuturkan, selain menawarkan produk-produk properti yang sesuai dengan persyaratan untuk mendapatkan kebijakan relaksasi properti, strategi yang dilakukan PT Modernland Realty Tbk adalah dengan memberikan beragam promo menarik dan menguntungkan bagi konsumen untuk membeli properti.

Menurut Bobby, strategi yang dilakukan perseroan tersebut terbukti mampu menghasilkan peningkatan marketing sales atau pra penjualan yang cukup signifikan untuk proyek-proyek Modernland Realty seperti Jakarta Garden City, Kota Modern, serta ModernHill.

Baca Juga : Diresmikan Erick Thohir, Subholding Sarana Infrastruktur Ditargetkan Raup Rp7,8 T di 2026

“Sepanjang kuartal I 2021 pertumbuhan marketing sales di Jakarta Garden City sebesar Rp162 miliar atau meningkat 86% dibanding periode yang sama tahun 2020. Sementara, Kota Modern dan ModernHill membukukan marketing sales sebesar Rp15 Miliar, melonjak 274% dibanding periode yang sama tahun 2020,” kata Bobby dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (13/7/2021).



Meski melonjak signifikan, namun dirinya menuturkan jika total marketing sales perseroan sedikit terkoreksi pada kuartal I 2021, khususnya pada segmen residensial yang tercatat sebesar Rp341 miliar atau turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp359 miliar. Kondisi ini disebabkan oleh adanya penurunan penjualan pemasaran di beberapa proyek perseroan lainnya.

Bobby Heryunda menambahkan, pada segmen industrial, meskipun sentimen positif tampak meningkat di pasar, namun investor korporasi masih terus menunggu dan melihat perkembangan ekonomi dan pergerakan pasar. Akibatnya, sampai dengan Maret 2021, segmen industrial perseroan hanya membukukan marketing sales Rp15 miliar atau turun 95% dari Rp290 miliar di kuartal I 2020. Sementara itu, segmen hospitality dan lainnya menyumbang penjualan sekitar Rp29 miliar.

Dari sisi operasional, pendapatan Modernland Realty pada kuartal I 2021 tercatat meningkat 76,12% atau sebesar Rp196,94 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp111,83 miliar.

“Kenaikan pendapatan terjadi pada segmen penjualan tanah dari nihil pada tahun sebelumnya menjadi Rp38,67 miliar, rumah tinggal dan ruko meningkat dari Rp78,99 miliar menjadi Rp119,08 miliar, EPS dan wiremesh dari Rp3,01 miliar menjadi Rp4,58 miliar. Adapun, pendapatan hotel dan sewa mengalami kenaikan dari Rp18,36 miliar menjadi Rp21,42 miliar serta pendapatan lapangan golf dan restoran club house meningkat dari Rp11,36 miliar menjadi Rp13,19 miliar,” papar.

Baca Juga : 381 Saham Melemah, IHSG Rontok 1% ke Level 6.012

Emiten dengan kode MDLN sebelumnya juga berhasil menyelesaikan kewajiban pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2015 Seri B dengan pokok sebesar Rp150 miliar pada hari Rabu lalu (7/7). Pembayaran tersebut dilakukan menyusul telah dilakukannya pengajuan restrukturisasi pada 14 Juli 2020 lalu dan menyepakati terjadinya beberapa perubahan, diantaranya; Perubahan Tingkat Bunga Obligasi, Perubahan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, Penambahan Jaminan atas Obligasi serta Penambahan ketentuan mengenai Pembayaran Dipercepat oleh Perseroan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top