Harga Minyak Ambil Napas Usai Reli Tiga Sesi: Terkoreksi di USD112,9 per Barel

Rabu, 29 Juni 2022 - 11:03 WIB
loading...
Harga Minyak Ambil Napas Usai Reli Tiga Sesi: Terkoreksi di USD112,9 per Barel
Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan hari ini. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah mengambil napas sejenak setelah reli tiga sesi sebelumnya. Pantauan bursa ICE pada Rabu (29/6/2022) pukul 09:25 WIB, harga Brent untuk kontrak September 2022 terkoreksi 0,72% di USD112,98 per barel. Adapun West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman September juga turun 0,53% di USD111,17 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Bergejolak, G7 Siapkan Taktik Gempur Keuangan Rusia

Koreksi kedua benchmark minyak pagi ini terjadi setelah Brent dan WTI naik lebih dari 2% pada Selasa kemarin (28/6/2022), didorong kekhawatiran atas ketatnya pasokan global. Kesepakatan negara-negara G7 untuk menghimpun segala cara demi membatasi harga minyak Rusia turut mendukung sentimen pasar.

"Investor saat ini sedang membuat penyesuaian posisi, tetapi harga minyak masih tetap bullish menyusul ekspektasi bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak akan dapat meningkatkan produksi secara signifikan untuk memenuhi permintaan yang pulih," kata Manajer Riset Nissan Securities, Hiroyuki Kikukawa, dilansir Reuters, Rabu (29/6/2022).

Kikukawa menganalisa harga minyak mentah masih akan bertahan di atas USD110 per barel mengingat ada kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan akibat badai musim panas di Amerika Serikat.

Kabar dari wilayah Timur Tengah, Arab Saudi dan UEA baru saja mengumumkan kesanggupan mereka untuk menggenjot produksi. Kedua anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) itu dinilai memiliki kapasitas cadangan minyak yang cukup besar untuk menggantikan stok Rusia yang hilang akibat sanksi Barat.

Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei mengatakan pada Senin (27/6/2022) bahwa UEA memiliki kapasitas produksi maksimal 3,168 juta barel per hari (bph) berdasarkan perjanjian dengan OPEC dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+. Sementara Arab Saudi menyatakan hanya dapat menambah produksi minyak 150 ribu barel per hari.

Baca juga: Macron Tolak Tetapkan Rusia sebagai Negara Sponsor Terorisme

Seperti diketahui, pendapatan minyak OPEC melonjak pada tahun 2021 menyusul kenaikan harga dan lonjakan permintaan yang pulih dari pandemi Covid-19.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2131 seconds (11.252#12.26)