OJK Sebut Kredit Perbankan Tumbuh 10,66% di Semester I 2022

Senin, 01 Agustus 2022 - 21:51 WIB
loading...
OJK Sebut Kredit Perbankan Tumbuh 10,66% di Semester I 2022
Ketua DK OJK Mahendra Siregar. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan tumbuh hingga 10,66% di semester I 2022. Kinerja ini didorong pertumbuhan pada kredit korporasi dan konsumsi.

"Kredit perbankan tumbuh 10,66% year on year, per Juni 2022, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi 12,87%," ujar Ketua DK OJK Mahendra Siregar dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2022 secara virtual, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Tumbuh 8,9%, Penyaluran Kredit BNI Capai Rp620,42 Triliun di Semester I 2022

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juni 2022 mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,13% yoy dan tabungan 12,31% Sejalan dengan kinerja intermediasi perbankan, penyaluran pembiayaan juga melanjutkan tren yang positif dengan pertumbuhan 5,63% yoy per Juni 2022 didukung pembiayaan terutama investasi dan modal kerja yang tumbuh masing-masing 19,6% dan 18,8%.

Adapun industri perasuransian, berhasil meningkatkan penghimpunan premi hingga Rp 27,8 triliun pada Juni 2022, dengan premi asuransi jiwa mencapai Rp 15,2 triliun dan asuransi umum mencapai Rp 12,6 triliun. "Sedangkan penghimpunan dana di pasar modal hingga 26 Juli 2022 mencapai Rp 123,5 triliun dengan tambahan 32 emiten baru," katanya.

Tak berhenti di situ, kinerja pasar saham menguat 5,7% ke level Rp 6.898 per 27 juli 2022 dan termasuk dalam bursa saham yang memiliki kinerja terbaik di kawasan. Hal ini ditunjang dengan operasi di pasar saham sebesar Rp 58,29 triliun rupiah di tengah gejolak pasar keuangan global

Namun demikian, perlu dicermati bahwa tekanan terhadap pasar keuangan global juga sudah mulai berdampak pada pasar saham domestik Hal ini terlihat dari meningkatnya kualitas di pasar saham domestik yang Kendati secara year to date (ytd) masih mencatatkan inflow sebesar Rp 58, 29 triliun.

Baca Juga: OJK: Kredit Perbankan Capai Rp 6.012,4 Triliun di Mei 2022

Mahendra mengatakan risiko kredit terjaga baik pada industri perbankan maupun pada pembiayaan didukung likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat.

"NPL gross perbankan Juni 2022 terpantau turun menjadi 2,86% sementara rasio npf perusahaan pembiayaan di level 2, 81% divinitas perbankan memadai dengan rasio alat likuid terhadap non Core deposit di level 133, 35% dan alat likuid terhadap DPK di level 9,99% per Juni 2022," jelasnya.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2239 seconds (11.210#12.26)